Jumat, 26 Oktober 2018
KENAPA TIDAK BOLEH MEMBAKAR BENDERA TAUHID.?? Berikut penjelasanya
Tauhid ( Arab : ﺗﻮﺣﻴﺪ ), adalah konsep dalam
aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah . [1] Pembahasan dalam ilmu Tauhid dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid rububiyah , uluhiyah dan
Asma wa Sifat. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim.
Kedudukan tauhid dalam Islam
Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan rasulullah.
Dalil Al-Qur'an tentang keutamaan dan keagungan tauhid
Berikut ini adalah dalil dari Qur'an mengenai keutamaan dan keagungan tauhid, di antaranya adalah:
“ ...dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu. (An-Nahl 16:36) ”
“ Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (At-Taubah 9:31) ”
“ Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). (Az-Zumar 39:2-3) ”
“ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. (Al-Bayyinah 98:5) ”
Perkataan ulama tentang tauhid
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: Orang yang mau mentadabburi keadaan alam akan mendapati bahwa sumber kebaikan di muka bumi ini adalah bertauhid dan beribadah kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa serta taat kepada rasulullah . Sebaliknya semua kejelekan di muka bumi ini; fitnah, musibah, paceklik, dikuasai musuh dan lain-lain penyebabnya adalah menyelisihi rasulullah dan berdakwah (mengajak) kepada selain Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa. Orang yang mentadabburi hal ini dengan sebenar-benarnya akan mendapati kenyataan seperti ini baik dalam dirinya maupun di luar dirinya" (Majmu' Fatawa 15/25)
Karena kenyataannya demikian dan pengaruhnya-pengaruhnya yang terpuji ini, maka
setan adalah makhluk yang paling cepat (dalam usahanya) untuk menghancurkan dan merusaknya. Senantiasa bekerja untuk melemahkan dan membahayakan tauhid itu. Setan lakukan hal ini siang malam dengan berbagai cara yang diharapkan membuahkan hasil.
Jika setan tidak berhasil (menjerumuskan ke dalam) syirik akbar, setan tidak akan putus asa untuk menjerumuskan ke dalam syirik dalam berbagai kehendak dan lafadz (yang diucapkan manusia). Jika masih juga tidak berhasil maka ia akan menjerumuskan ke dalam berbagai bidah dan khurafat.
Pembagian tauhid
Rububiyah
Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta. Sebagaimana terdapat dalam Al Quran yang berbunyi:
“ Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. (Az-Zumar 39:62) ”
Hal yang seperti ini diakui oleh seluruh manusia, tidak ada seorang pun yang mengingkarinya. Orang-orang yang mengingkari hal ini, seperti kaum atheis, pada kenyataannya mereka menampakkan keingkarannya hanya karena kesombongan mereka. Padahal, jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka mengakui bahwa tidaklah alam semesta ini terjadi kecuali ada yang membuat dan mengaturnya. Mereka hanyalah membohongi kata hati mereka sendiri. Hal ini sebagaimana firman Allah:
“ Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). (Ath-Thur: 35-36) ”
Namun pengakuan seseorang terhadap Tauhid Rububiyah ini tidaklah menjadikan seseorang beragama Islam karena sesungguhnya orang-orang musyrikin Quraisy yang diperangi rasulullah mengakui dan meyakini jenis tauhid ini. Sebagaimana firman Allah,
“ Katakanlah: ‘Siapakah Yang memiliki langit yang tujuh dan Yang memiliki
Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka apakah kamu tidak bertakwa?’ Katakanlah: ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari -Nya, jika kamu mengetahui?’ Mereka akan menjawab: ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah: ‘Maka dari jalan manakah kamu ditipu?' (Al-Mu’minun: 86-89) ”
Uluhiyah/Ibadah
Beriman bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya. "Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan demikian).
“ Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana. ('Al 'Imran 3:18) ”
Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyahNya. Mengesakan Allah dalam segala macam ibadah yang kita lakukan. Seperti salat, doa, nadzar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut dan berbagai macam ibadah lainnya. Di mana kita harus memaksudkan tujuan dari kesemua ibadah itu hanya kepada Allah semata. Tauhid inilah yang merupakan inti dakwah para rasul dan merupakan tauhid yang diingkari oleh kaum musyrikin Quraisy. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah mengenai perkataan mereka itu
“ Mengapa ia menjadikan sesembahan-sesembahan itu Sesembahan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan. (Shaad 38:5) ”
Dalam ayat ini kaum musyrikin Quraisy mengingkari jika tujuan dari berbagai macam ibadah hanya ditujukan untuk Allah semata. Oleh karena pengingkaran inilah maka mereka dikafirkan oleh Allah dan rasul-Nya walaupun mereka mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam semesta.
Asma wa sifat
Beriman bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik ( asma'ul husna ) yang sesuai dengan keagunganNya. Umat Islam mengenal 99 asma'ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah.
Tidak ada tauhid mulkiyah
Tauhid itu ada tiga macam, seperti yang tersebut di atas dan tidak ada istilah Tauhid Mulkiyah ataupun Tauhid Hakimiyah karena istilah ini adalah istilah yang baru. Apabila yang dimaksud dengan Hakimiyah itu adalah kekuasaan Allah Azza wa Jalla, maka hal ini sudah masuk ke dalam kandungan Tauhid Rububiyah. Apabila yang dikehendaki dengan hal ini adalah pelaksanaan hukum Allah di muka bumi, maka hal ini sudah masuk ke dalam Tauhid Uluhiyah, karena hukum itu milik Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tidak boleh kita beribadah melainkan hanya kepada Allah semata.
“ Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Yusuf 12:40)
Dox: wikipedia
Senin, 22 Oktober 2018
Siapakah Rini Puspitawati Sebenarnya.!!! || CERITA KEJADIAN DAN KRONOLOG...
Siapakah Rini Puspitawati sebenarnya?
Rini Puspitawati adalah seorang perempuan berparas ayu asal Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ia menjadi korban kecelakaan maut di Sarangan, Magetan, Jawa Timur pada Sabtu (13/10) lalu.
Rini menjadi terkenal karena terlibat kecelakaan bersama seorang pria beristri, Ragil Supriyanto (34).
Saat kejadian, Rini mengemudi mobil compact crossover SUV merek Honda CRV warna putih, keluaran 2018, bernomor polisi T 1201 EJ, yang terjun ke jurang Sarangan sedalam 200 meter.
Rini Puspitawati merupakan seorang model dan pemandu lagu dari Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Saat kejadian, Ragil tewas di tempat. Jasadnya terlempar dari mobil.
Sementara si pengemudi, Rini Puspitawati berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit.
Sesampai belokan atas kebun stroberi, mobil nahas itu malah melaju kencang dan terbang ke jurang sedalam 200 meter.
"Saya tahu ada mobil terbang dan terdengar letusan, blar. Seorang penumpangnya laki-laki terlempar keluar, sedang pengemudinya seorang perempuan terjepit badan mobil," kata Suparno, warga Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, pemilik kebun tempat mobil CRV mendarat kepada Surya, Sabtu (13/10/2018).
Saat ditemukan, lanjut Suparno, laki-laki yang kemudian diketahui bernama Ragil Supriyanto jauh dari tempat mobil mendarat dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
"Kalau sopirnya, perempuan cantik masih hidup meski dalam keadaan terjepit dan dibawa ke rumah sakit Magetan," kata Suparno.
Kapolsek Plaosan, Resor Magetan AKP Sukono menyebutkan, dari sejumlah keterangan yang dikumpulkan unit Kecelakaan Lalu Lintas setempat, mobil yang melaju dari arah Barat, Sarangan itu melaju cukup kencang dan menabrak guardrail (pagar pengaman) dan terbang terjun ke jurang sebelah Barat kebun stroberi.
"Diduga mobil itu berjalan lurus dan tidak ada tanda-tanda mengerem, saat berada di belokan tajam hingga menabrak pagar pengaman dan jatuh ke persawahan," kata AKP Sukono.
Kondisi mobil CRV keluaran terbaru itu ringsek dan kemungkinan besar tidak bisa diperbaiki.
"Kedua korban dilarikan ke RSUD dr Sayidiman, Magetan. Korban meninggal ditempatkan di ruang jenazah setempat," kata Kapolsek.
Proses Evakuasi mobilnya menjadi tontonan wisatawan yang menuju Sarangan maupun sebaliknya.
Lamanya proses pengangkatan mobil itu selain medan tempat kejadian perkara (TKP), juga padatnya arus lalu lintas yang melintas dari Sarangan dan sebaliknya," kata Kepala Unit Kecalakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Magetan, Iptu Yudi Wiyanto kepada Surya, Minggu (14/10-2018).
Menurut Iptu Yudi Wiyanto, penanganan evakuasi mobil yang ditumpangi model/pemandu lagu dan kontraktor sebagai pasangan gelap itu dilakukan warga Sarangan setempat dengan cara ditarik truk milik warga dan dibawa ke tempat barang bukti Laka Lantas Polres Magetan.
"Tim evakuasi dari Polres dan warga Sarangan. Kami agak kesulitan, karena medan tempat jatuhnya mobil itu, jauh dari jalan sehingga kami harus mendereknya terlebih dahulu baru ditarik ke atas truk," kata Iptu Yudi Wiyanto.
Supri salah satu pemilik lahan yang dilewati kendaraan saat evakuasi bangkai mobil, yang tanaman kentangnya rusak, mendapat ganti, meski tidak memadai.
"Tanaman kentang milik saya yang rusak karena dilalui menderek bangkai mobil, semua diganti. Tapi kalau dibandingkan hasil panen ya tidak memadai. Tapi tidak apa apa, ini musibah," kata Supri.
Tidak hanya kebun tanaman kentang Supri, tapi juga lahan milik Suparno yang rusak tertimpa mobil dan diinjak injak warga yang menonton bangkai mobil itu pun mendapat ganti.
"Saya sudah diberi ganti rugi, tidak apa, ini kan kecelakaan. Lagi pula yang tanamannya rusak tidak hanya milik saya saja. Tetangga kebun ini banyak yang rusak," kata Suparno.
Sehari sebelum kecelakaan itu, terungkap cerita kemarahan istri Ragil, Tina Hayati, yang menemukan indikasi suaminya masih terus selingkuh dengan Rini.
Menurut Lina, kakak ipar Ragil, perselingkuhan itu sejak lama diketahui Tina Hayati.
"Hari Kamis, sehari sebelum kecelakaan, Tina cerita bahwa suaminya selingkuh dengan Rini Puspitawati karena menemukan tiket Mojosemi Park dan bukti pembayaran hotel Mojosemi.
Kata adik saya, biar suami saya selingkuh, asal tidak ditinggal mati. Tapi kok kejadiannya seperti ini," kata Lina kepada SuryaMalang. com di kamar jenazah, Minggu (14/10/2018).
Rini Puspitawati adalah seorang perempuan berparas ayu asal Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Ia menjadi korban kecelakaan maut di Sarangan, Magetan, Jawa Timur pada Sabtu (13/10) lalu.
Rini menjadi terkenal karena terlibat kecelakaan bersama seorang pria beristri, Ragil Supriyanto (34).
Saat kejadian, Rini mengemudi mobil compact crossover SUV merek Honda CRV warna putih, keluaran 2018, bernomor polisi T 1201 EJ, yang terjun ke jurang Sarangan sedalam 200 meter.
Rini Puspitawati merupakan seorang model dan pemandu lagu dari Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Saat kejadian, Ragil tewas di tempat. Jasadnya terlempar dari mobil.
Sementara si pengemudi, Rini Puspitawati berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit.
Sesampai belokan atas kebun stroberi, mobil nahas itu malah melaju kencang dan terbang ke jurang sedalam 200 meter.
"Saya tahu ada mobil terbang dan terdengar letusan, blar. Seorang penumpangnya laki-laki terlempar keluar, sedang pengemudinya seorang perempuan terjepit badan mobil," kata Suparno, warga Desa Dadi, Kecamatan Plaosan, pemilik kebun tempat mobil CRV mendarat kepada Surya, Sabtu (13/10/2018).
Saat ditemukan, lanjut Suparno, laki-laki yang kemudian diketahui bernama Ragil Supriyanto jauh dari tempat mobil mendarat dengan kondisi sudah tidak bernyawa.
"Kalau sopirnya, perempuan cantik masih hidup meski dalam keadaan terjepit dan dibawa ke rumah sakit Magetan," kata Suparno.
Kapolsek Plaosan, Resor Magetan AKP Sukono menyebutkan, dari sejumlah keterangan yang dikumpulkan unit Kecelakaan Lalu Lintas setempat, mobil yang melaju dari arah Barat, Sarangan itu melaju cukup kencang dan menabrak guardrail (pagar pengaman) dan terbang terjun ke jurang sebelah Barat kebun stroberi.
"Diduga mobil itu berjalan lurus dan tidak ada tanda-tanda mengerem, saat berada di belokan tajam hingga menabrak pagar pengaman dan jatuh ke persawahan," kata AKP Sukono.
Kondisi mobil CRV keluaran terbaru itu ringsek dan kemungkinan besar tidak bisa diperbaiki.
"Kedua korban dilarikan ke RSUD dr Sayidiman, Magetan. Korban meninggal ditempatkan di ruang jenazah setempat," kata Kapolsek.
Proses Evakuasi mobilnya menjadi tontonan wisatawan yang menuju Sarangan maupun sebaliknya.
Lamanya proses pengangkatan mobil itu selain medan tempat kejadian perkara (TKP), juga padatnya arus lalu lintas yang melintas dari Sarangan dan sebaliknya," kata Kepala Unit Kecalakaan Lalu Lintas (Kanit Laka Lantas) Polres Magetan, Iptu Yudi Wiyanto kepada Surya, Minggu (14/10-2018).
Menurut Iptu Yudi Wiyanto, penanganan evakuasi mobil yang ditumpangi model/pemandu lagu dan kontraktor sebagai pasangan gelap itu dilakukan warga Sarangan setempat dengan cara ditarik truk milik warga dan dibawa ke tempat barang bukti Laka Lantas Polres Magetan.
"Tim evakuasi dari Polres dan warga Sarangan. Kami agak kesulitan, karena medan tempat jatuhnya mobil itu, jauh dari jalan sehingga kami harus mendereknya terlebih dahulu baru ditarik ke atas truk," kata Iptu Yudi Wiyanto.
Supri salah satu pemilik lahan yang dilewati kendaraan saat evakuasi bangkai mobil, yang tanaman kentangnya rusak, mendapat ganti, meski tidak memadai.
"Tanaman kentang milik saya yang rusak karena dilalui menderek bangkai mobil, semua diganti. Tapi kalau dibandingkan hasil panen ya tidak memadai. Tapi tidak apa apa, ini musibah," kata Supri.
Tidak hanya kebun tanaman kentang Supri, tapi juga lahan milik Suparno yang rusak tertimpa mobil dan diinjak injak warga yang menonton bangkai mobil itu pun mendapat ganti.
"Saya sudah diberi ganti rugi, tidak apa, ini kan kecelakaan. Lagi pula yang tanamannya rusak tidak hanya milik saya saja. Tetangga kebun ini banyak yang rusak," kata Suparno.
Sehari sebelum kecelakaan itu, terungkap cerita kemarahan istri Ragil, Tina Hayati, yang menemukan indikasi suaminya masih terus selingkuh dengan Rini.
Menurut Lina, kakak ipar Ragil, perselingkuhan itu sejak lama diketahui Tina Hayati.
"Hari Kamis, sehari sebelum kecelakaan, Tina cerita bahwa suaminya selingkuh dengan Rini Puspitawati karena menemukan tiket Mojosemi Park dan bukti pembayaran hotel Mojosemi.
Kata adik saya, biar suami saya selingkuh, asal tidak ditinggal mati. Tapi kok kejadiannya seperti ini," kata Lina kepada SuryaMalang. com di kamar jenazah, Minggu (14/10/2018).
Minggu, 21 Oktober 2018
KRONOLOGIS DAN EVAKUASI || PAJERO TERTABRAK KERETA API SRI TANJUNG
Kecelakaan maut mobil Pajero Sport W 1165 YV ditabrak kereta api Sri Tanjung Banyuwangi-Lempunyangan Jogja hingga merenggut tiga korban jiwa di perlintasan tanpa palang pintu Pagesangan Kecamatan Jambangan Surabaya, Minggu (21/10/2018) sekira pukul 14.00 WIB.
Korban tewas adalah satu keluarga Gatot Sugeng Priyadi (54) dan Indah Widyastuti (45) bersama anaknya yang identitasnya belum diketahui.
Olbi (24), saksi mata, mengatakan, mobil Pajero Sport ditabrak kereta api dari arah utara (Stasiun Wonokromo) melaju ke arah selatan. Saat itu, dia melintas di lokasi dalam posisi berada persis di belakang mobil tersebut.
"Sinyal (penanda kereta api melintas) itu tidak berbunyi," ungkapnya di lokasi kejadian.
Dia mengatakan melihat penjaga palang pintu baru sadar jika ada kereta lewat lantaran mendengar klakson kereta api di bawah jembatan tol Pagesangan.
Ia melihat penjaga palang pintu manual swadaya masyarakat bernama Achmad Cholur Rohman (19), mahasiswa warga setempat, berupaya menutup palang pintu itu. Namun upaya itu sia-sia lantaran mobil ditabrak kereta api hingga terpental lebih dari 20 meter.
"Kereta api berada sekitar 100 meter baru klakson, padahal mobil Pajero sudah di tengah rel," ujarnya.
Saksi lain Danang Wijoyo (16), pengendara motor, berada di sudut jalan dari arah Masjid Agung Gayungan.
Dia melihat mobil Pajero Sport melintas di tengah rel kereta api. Pada saat itu sinyal perintasan kereta api tidak berbunyi. Kereta api juga baru klakson dekat perlintasan di bawah jembatan tol.
"Korbannya suami istri meninggal di dalam mobil anaknya laki-laki terlempar di sisi kanan palang perlintasan," ungkapnya.
Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya AKP Antara menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan kereta api kontra mobil keluarga di jalur perlintasan kereta api tanpa palang pintu resmi tersebut.
"Diduga korban melewati perlintasan Kereta Api tanpa palang pintu dan tidak mengamati situasi sehingga terjadi kecelakaan," jelasnya.
Rabu, 17 Oktober 2018
Kronologis Kebakaran di SMP N 1 PURWOKERTO
![]() |
PURWOKERTO, Kebakaran kembali terjadi, kali ini bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Purwokerto yang mengalami kejadian nahas tersebut. Beruntung bangunan gudang yang terbakar, sehingga tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut, Rabu (17/10) malam.
Menurut keterangan guru olahraga SMP N 1 Purwokerto, Ali Mukhtar kebakaran terjadi sekitar pukul 18.10 WIB, dimana saat itu dirinya bersama dengan guru di sekolah tersebut selesai shalat berjamaah. “Habis sholat berjamaah, penjaga sekolah melihat api di pojokan kelas (gudang), di situ ada tumpukan kayu dan meja yang sudah tidak terpakai. Saya langsung mengeceknya dan menghubungi pemadam kebakaran,” ujarnya.
Baca Juga: Kerugian Kebakaran di Majenang Capai Rp 21 Miliar
Tak berselang lama pemadam kebakaran yang dipimpin oleh Komandan Regu III, UPT Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Azis Akhlak datang ke lokasi kejadian, kurang dari 30 api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke ruangan lain.
“Karena di situ banyak kayu tadi api sempat membesar. Kendala kami saat itu akses untuk memadamkan nya cukup susah. Sehingga kami memasuki ke dalam sekolahan dan kelas untuk memadamkan api,” ujarnya.
Ada tiga unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan. Hingga pemadaman selesai, Azis mengaku masih belum bisa memastikan sumber dari kebakaran tersebut. “Karena di situ memang tidak ada aktivitas, dugaan kami sementara itu karena konsleting listrik. Untuk kerugiannya kami juga belum bisa memastikannya,” ujarnya.
Dari pantauan kebakaran terjadi di gudang lantai satu sekolahan tersebut. Namun, api sempat membesar dan hampir membakar bangunan lantai dua yang berada di atas gudang berisikan kayu dan meja bekas sekolah tersebut
Menurut keterangan guru olahraga SMP N 1 Purwokerto, Ali Mukhtar kebakaran terjadi sekitar pukul 18.10 WIB, dimana saat itu dirinya bersama dengan guru di sekolah tersebut selesai shalat berjamaah. “Habis sholat berjamaah, penjaga sekolah melihat api di pojokan kelas (gudang), di situ ada tumpukan kayu dan meja yang sudah tidak terpakai. Saya langsung mengeceknya dan menghubungi pemadam kebakaran,” ujarnya.
Baca Juga: Kerugian Kebakaran di Majenang Capai Rp 21 Miliar
Tak berselang lama pemadam kebakaran yang dipimpin oleh Komandan Regu III, UPT Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Azis Akhlak datang ke lokasi kejadian, kurang dari 30 api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke ruangan lain.
“Karena di situ banyak kayu tadi api sempat membesar. Kendala kami saat itu akses untuk memadamkan nya cukup susah. Sehingga kami memasuki ke dalam sekolahan dan kelas untuk memadamkan api,” ujarnya.
Ada tiga unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan. Hingga pemadaman selesai, Azis mengaku masih belum bisa memastikan sumber dari kebakaran tersebut. “Karena di situ memang tidak ada aktivitas, dugaan kami sementara itu karena konsleting listrik. Untuk kerugiannya kami juga belum bisa memastikannya,” ujarnya.
Dari pantauan kebakaran terjadi di gudang lantai satu sekolahan tersebut. Namun, api sempat membesar dan hampir membakar bangunan lantai dua yang berada di atas gudang berisikan kayu dan meja bekas sekolah tersebut
Purwokerto
Rabu, 17 oktober 2018
Seputar masarakat
Untuk melihat vidio
Tabrakan truck bermuatan cabe di Tegal
![]() |
| Untuk Lihat vidionya https://youtu.be/mo4hDueOMTQ |
Selasa, 16 Oktober 2018
Tabrakan 6 mobil beruntun Di kilometer 7 serpong
demikian sekilas info yang dapat kami samapikan.
jika ada kata kata salah dan kurang lengkap mohon maaf.
jika ada kata kata salah dan kurang lengkap mohon maaf.
Untuk mekihat vidio selengkapnya
Jakarta, 17 oktober 2018
Rabu, 03 Oktober 2018
Gunung Saputan meletus hingga tingi kolom abu vulkanik 4km
Innalilahi wa innailaihi rooji'uun...
.
*GUNUNG SOPUTAN MELETUS HINGGA TINGGI KOLOM ABU VULKANIK 4 KM*
Gunung Soputan yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara meletus pada Rabu, 3/10/2018 pukul 08.47 WITA. Pos Pengamatan Gunung Soputan PVMBG melaporkan tinggi kolom abu vulkanik teramati sekitar 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 m di atas permukaan laut. Kolom abu dengan tekanan kuat teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 39 mm dan durasi sekitar 6 menit.
Hujan abu vulkanik diperkirakann jatuh di daerah di barat-barat laut Gunung Soputan. VONA (Volcano Observatory Notice of Aviation) Orange. Artinya tidak mengganggu penerbangan. Bandara Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado tetap beroperasi normal. Posisi bandara berada di Tenggara dari Gunung Soputan.
BPBD masih melakukan pemantauan. Belum ada laporan dampak letusan Gunung Soputan. BPBD membagikan masker kepada masyarakat.
Saat ini Gunung Soputan berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi: Masyarakat agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah Barat-Baratdaya sejauh 6,5 km dari puncak yang merupakan daerah bukaan kawah untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas. Masyarakat di sekitar Gunung Soputan dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. Masyarakat agar mewaspadai potensi ancaman aliran lahar yang dapat terjadi setelah terjadinya erupsi yaitu dimana material erupsi terbawa oleh air, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan, seperti di antaranya Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang dan Londola Kelewahu.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Ikuti semua rekomendasi PVMBG. Pos pengamatan Gunung Soputan terus memantau aktivitas vulkanik. Masyarakat belum perlu mengungsi karena masih aman. Di dalam radius 4 km tidak ada permukiman. Jadi masih aman.
Sutopo Purwo Nugroho
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB
Langganan:
Komentar (Atom)







